Diary 1
siang ini aku minta maaf lagi sama seseorang dan mengatakanpenyesalan yg sungguh2. akhirnya aku bisa mempunyai
kata-kata yg seperti itu siang ini, dan menyatakan penyesalan
dari hati terdalam dgn perasaan terbuka dan tidak lagi
melibatkan usaha pembelaan diri sendiri ternyata
membuahkan kelegaan di hati yg bener2 melegakan.
aku belajar satu hal dari sini, paling susah mengingat sesuatu
yg membuat kita mau untuk menyesal/bertobat sehingga kita
bisa mampu memikirkan keadaan orang lain/diluar diri kita
sendiri, sebaliknya paling mudah untuk mem"besarkan"
ke-AKU-an dan melihat diri paling benar sehingga orang lain yg
tetap salah. tapi itu semua gak mendatangkan kedamaian
dihati. yang berarti kalo gak datangkan kedamaian dihati itu adalah
salah. aku sendiri bilang "salah" bukan karena atas dasar
pengetahuanku tapi dengan menarik kesimpulannya.
hal lain yg kudapat hari ini adalah di waktu saat teduh habis
bangun tidur, seperti biasa ada kegelisahan dan kekhawatiran.
tapi aku langsung duduk dan ambil gitar dan petik gitar serta
berusaha untuk memfokuskan diriku untuk mengingat-ingat hal
yg baik yg jujurnya untuk meghibur diri atau menguatkan hati(?).
hal yg baik-baik itu termasuk adalah kebaikan-kebaikan Tuhan
dan janji-janji firmanNya. saat baca firman dan sesudah baca
firman aku dapatkan berkatNya.
yg jelas saat hendak memulai baca firman, situasi hati yg
dalam kegelisahan sangat keras berusaha membuyarkan
konsentrasiku pada firman Tuhan. dan selama membacanya
gak ada perubahan dalam hati. namun, saat mengubah sikap
hati dengan mau menerima firman itu dalam hatiku, ada
perubahan dalam hati yg nyata. hati gak gelisah lagi & memuji
Tuhan dgn menyanyikan kidung pujian itu bukan lagi sekedar
mulut bernyanyi namun berdasarkan luapan hati.
memang, biasa kita melihat situasi yg sdg kita alami dengan
firman Tuhan yg dibaca saat itu kok gak sesuai dgn kebutuhan,
tapi setelah hati mau menerima firman itu ternyata
berhubungan lho! =)
lalu berkat lain yg kudapatkan saat membaca firman itu dari
amsal 3:6,7,8. semuanya sebenarnya sudah kutuliskan di buku
catatan SaTe ku. namun intinya: Tuhan menyuruhku untuk
mengakui Dia didalam hal apa saja yg kulakukan (sehingga Ia
meluruskan jalanku) dan untuk mengakui kebesaran Tuhan.
